Mukomuko-Mangimbau.com – Ratusan hektare lahan persawahan milik petani di Kecamatan Selagan Raya, Kabupaten Mukomuko, terancam mengalami gagal tumbuh hingga berujung gagal panen. Penyebabnya, pupuk subsidi yang sangat dibutuhkan pada masa awal pertumbuhan tanaman hingga kini belum tersedia di kios-kios resmi di wilayah tersebut.
Kondisi ini membuat para petani resah. Tanaman padi yang baru ditanam seharusnya sudah mendapatkan pemupukan sesuai umur tanaman agar pertumbuhan berlangsung optimal. Namun, karena pupuk subsidi belum tersedia, petani terpaksa membiarkan tanaman tumbuh tanpa nutrisi yang cukup.
“Kalau terus terlambat dipupuk, pertumbuhan padi tidak akan maksimal. Kami khawatir hasil panen warga nanti turun drastis, bahkan bisa gagal panen,” ujar Burzan Kades Sungai Ipuh saat di konfirmasi Senin (6/7/2026)
Menurutnya, keterlambatan ketersediaan pupuk subsidi terjadi saat petani sangat membutuhkan. Padahal, masa awal pertumbuhan merupakan fase penting yang menentukan produktivitas tanaman hingga masa panen.
Jika persoalan ini tidak segera diatasi, dampaknya tidak hanya dirasakan petani, tetapi juga berpotensi memengaruhi produksi padi di Kecamatan Selagan Raya. Kondisi tersebut tentu menjadi ancaman bagi ketahanan pangan daerah apabila terus dibiarkan.
Untuk itu, para petani berharap Pemerintah Kabupaten Mukomuko bersama instansi terkait segera turun tangan untuk memastikan distribusi pupuk subsidi berjalan lancar dan tersedia di seluruh kios resmi.
Mereka meminta persoalan ini tidak berlarut-larut karena setiap hari keterlambatan pemupukan dapat memengaruhi pertumbuhan tanaman.
“Kami hanya berharap pupuk subsidi segera tersedia. Jangan sampai petani yang sudah mengeluarkan biaya tanam harus menanggung kerugian karena pupuk tidak ada,” ungkap Burzan.
Hingga berita ini diterbitkan, pupuk subsidi di sejumlah kios di Kecamatan Selagan Raya dilaporkan masih belum tersedia. Media ini masih berupaya mengonfirmasi pihak dinas terkait serta distributor pupuk untuk mengetahui penyebab keterlambatan distribusi dan langkah yang akan ditempuh guna mengatasi persoalan tersebut. (Api)




Tinggalkan Balasan