MUKOMUKO – Pembangunan Jembatan Lubuk Selandak, Kecamatan Teramang Jaya, Kabupaten Mukomuko, mengalami kendala setelah rangka jembatan yang tengah dalam proses pemasangan ambruk diterjang derasnya arus sungai.

Sebelumnya, progres pemasangan rangka jembatan telah mencapai sekitar 40 meter atau kurang lebih 50 persen. Rangka tersebut bahkan disebut sudah hampir tersambung hingga ke sisi seberang.

Namun, hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut menyebabkan debit air sungai meningkat. Arus yang deras turut membawa material berupa kayu dan batang pohon yang menghantam penyangga sementara jembatan.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mukomuko, Apriansyah, mengatakan derasnya arus dan banyaknya kayu yang terbawa aliran sungai membuat penyangga sementara tidak mampu menahan beban hantaman.

“Akibat hujan deras, air sangat besar melintasi jembatan yang tengah dibangun. Banyak sekali pohon atau kayu menghantam penyangga sementara jembatan tersebut,” jelas Apriansyah.

Menurutnya, kondisi tersebut menyebabkan rangka jembatan yang sedang dirangkai kehilangan penyangga hingga akhirnya roboh ke bawah.

Apriansyah menyebut kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi bagi pihaknya. Pada pembangunan berikutnya, pengamanan pada bagian penyangga akan diperkuat untuk mengantisipasi hantaman kayu maupun material yang terbawa arus sungai.

“Ke depan penyangga untuk jembatan ini akan kita kasih pelindung. Jadi kalau ada hantaman kayu atau sampah, nanti akan bergeser ke kolong jembatan,” ujarnya.

Meski sebagian pekerjaan harus kembali dilakukan, PUPR Kabupaten Mukomuko memastikan pembangunan Jembatan Lubuk Selandak tetap dilanjutkan.

Apriansyah meminta masyarakat untuk bersabar dan tetap memberikan dukungan selama proses pembangunan kembali dilakukan.

“Kami mohon doa dan dukungan masyarakat. Mudah-mudahan setelah diperbaiki, jembatan ini bisa segera selesai dan bermanfaat untuk warga Teramang Jaya dan Penarik,” tutupnya.