Mukomuko-angimbau.com – Manajemen RSUD Mukomuko dalam waktu dekat berencana merekrut setidaknya 6 orang Satpam (satuan pengamanan) baru untuk bertugas di lingkungan rumah sakit milik Pemkab Mukomuko ini.

Langkah itu dilakukan pihak manajemen RSUD untuk mengisi kekosongan Satpam, pasca mundurnya 3 orang Satpam yang selama ini bertugas di rumah sakit plat merah yang beralamat di Desa Kota Praja, Kecamatan Air Manjunto.

Direktur RSUD Mukomuko, Darmono mengatakan, baru-baru ini 3 orang Satpam RSUD Mukomuko sudah mengundurkan diri.

Ia mensinyalir, ketiga Satpam mundur karena tidak kuat dengan beban kerja, yakni menjaga keamanan lingkungan rumah sakit yang cukup luas hanya tenaga 3 orang.

“Beberapa tahun lalu, itu ada perampingan pegawai RSUD, Satpam dikurangi sisa 3 orang. Tapi beban kerja tidak berkurang. Otomatis kerja Satpam tambah berat. Kemungkinan itu yang menjadi faktor mereka (3 Satpam) mundur,” beber Darmono ketika dikonfirmasi, Kamis, 27 Agustus 2026.

Ia mengakui untuk sementara waktu ini, RSUD Mukomuko sama sekali tidak memiliki tim keamanan yang khusus bertugas di lingkungan rumah sakit.

Pihak manajemen sudah berkoordinasi dengan Pemkab Mukomuko terkait hal tersebut. Soskusi sementara yaitu, tim patroli Satpol-PP akan berpatroli ke RSUD sampai ada Satpam baru.

Kata Darmono, dalam waktu dekat pihaknya bakal merekrut Satpam baru sebanyak 6 orang. Ikatan kerjanya langsung kontrak dengan manajemen RSUD sama seperti Satpam sebelumnya.

Sasaran perekrutan yaitu orang yang sudah terlatih atau memiliki sertifikasi Satpam. Manajemen RSUD Mukomuko juga sudah berkoordinasi dengan Binmas Polres Mukomuko.

“Rencana kita rekrut 6 orang Satpam. Untuk tenaga scurity ini kita belum outsourcing, jadi langsung kontrak antara individu dengan manajemen RSUD. Sama dengan yang sebelumnya,” papar Darmono.

Dijelaskannya, biaya gaji Satpam RSUD yaitu bersumber dari BLUD atau pendapatan rumah sakit.

// Pelajari Sistem Outsourcing

Ia menambahkan, sekarang ini pihak manajemen RSUD Mukomuko juga sedang mempelajari sistem outsourcing untuk pengadaan tim keamanan atau Satpam.

Tidak menutup kemungkinan kedepan scurity RSUD akan berkontrak dengan pihak ketiga.

“Tapi outsourcing ini kedepan. Bisa jadi iya, bisa juga tidak. Yang jelas, kami rekrut dulu setidaknya 6 orang Satpam, kontraknya langsung ke manajemen RSUD,” demikian Darmono. (Arie)