MMA – Petani padi di Kabupaten Mukomuko sekarang sedang menghadapi tantangan cukup berat. Tanaman padi mereka diserang tikus.

Akibat hama tikus ini, kerugian bahkan gagal panen menghantui para petani di daerah ini. Jika tidak ditangani segera dan berkelanjutan, tanaman padi petani Mukomuko bisa rusak parah.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, Hari Mustamam, SP membenarkan kalau hama tikus sedang menyerang cukup hebat di sawah-sawah petani.

“Betul, laporan yang kami terima selain hama serangga, hama tikus juga sedang banyak. Petani cukup kewalahan,” ujarnya.

Serangan tikus ini hampir di seluruh area persawahan di Mukomuko, seperti Lubuk Pinang, Air Manjunto, Selagan Raya, XIV Koto, dan termasuk Ipuh.

“Petani kita nyaris serentak tanam sekarang di seluruh area persawahan. Usia tanaman sudah di atas sebulan. Laporan kami terima, setiap area persawahan ada serangan tikus,” sampai Hari dalam keterangannya, Rabu, 8 April 2026.

Ia mengatakan, Dinas Pertanian sudah membagikan racun tikus (racun media umpan). Hanya saja, stok yang tersedia sedang habis.

Dinas Pertanian Mukomuko sudah menyampaikan persoalan petani ini ke Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHD) Provinsi Bengkulu.

“Insya Allah dalam waktu dekat kita mendapat kiriman racun tikus dan racun pengendali hama lain dari Pemprov,” ungkap Hari.

Sarang Baru Tikus

Kadis Pertanian mengatakan, berdasarkan laporan dari hasil temuan di lapangan, tikus yang menyerang padi petani tidak hanya bersarang dalam lubang-lubang di area sawah.

Tumpukan pelepah sawit dan ranting-ranting kayu juga menjadi sarang tikus.

Dengan kondisi itu, pembasmian dengan metode racun media umpan terbilang lebih efektif untuk penanganan hama tikus.

“Kami berharap serangan tikus ini bisa terkendali. Kami juga imbau petani agar lebih ekstra merawat tamanan padinya,” demikian Hari. (Ari)