MMA – Ditengah turunnya harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit, PT. Sapta Sentosa Jaya Abadi memastikan tetap menerima pasokan buah sawit dari masyarakat tanpa adanya pembatasan. Perusahaan menegaskan, penerimaan TBS petani tetap dibuka selama kualitas buah memenuhi standar dan kriteria pabrik.

Hal tersebut disampaikan Kepala Tata Usaha (KTU) PT. Sapta Sentosa Jaya Abadi, Era Nardi, SIP, saat dikonfirmasi, Senin (25/5/2026). Ia mengatakan, pihak perusahaan tetap berkomitmen menjadi mitra bagi petani sawit di wilayah Kabupaten Mukomuko dan sekitarnya.

“Selama kualitas buah sesuai standar pabrik, tentu tetap kami terima. Tidak ada pembatasan penerimaan TBS dari masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, harga TBS di pabrik PT Sapta Sentosa Jaya Abadi per 25 Mei 2026 berada di angka Rp1.900 per kilogram. Harga tersebut mengalami penurunan cukup signifikan dibanding sebelumnya yang mencapai Rp2.740 per kilogram.

Menurutnya, penurunan harga sawit dipengaruhi sejumlah faktor, terutama turunnya harga crude palm oil (CPO) di pasar. Selain itu, kualitas TBS yang masuk dari petani juga turut mempengaruhi harga pembelian di tingkat pabrik.

“Memang salah satu faktor utama karena harga CPO sedang turun. Kemudian kualitas buah dari masyarakat juga sangat mempengaruhi harga beli,” jelasnya.

Meski harga mengalami penurunan, perusahaan tetap membutuhkan pasokan TBS dari masyarakat untuk memenuhi kebutuhan produksi pabrik minyak kelapa sawit (PMKS). Saat ini kapasitas produksi perusahaan mencapai sekitar 574 ton per hari.

Dengan kapasitas produksi yang cukup besar tersebut, perusahaan berharap pasokan buah dari petani tetap stabil agar operasional pabrik dapat berjalan maksimal.

“Kebutuhan bahan baku kami cukup besar. Produksi PMKS per hari mencapai 574 ton, sehingga TBS dari masyarakat tentu sangat dibutuhkan,” pungkasnya. (api)