MMA – Petani padi di Kecamatan XIV Koto ketar ketir lantaran air di jaringan irigasi di wilayah mereka mengering nyaris sepekan.
“Siring irigasi BP8 Manjuto sudah sekitar 5 hari kering,” ungkap salah seorang petani Lubuk Sanai, Rusman Aswardi kepada Mukomuko Mangimbau, Senin, 9 Maret 2026.
Katanya, mayoritas tanaman padi di wilayah mereka berusia 30 hari setelah tanam (SHT). Dimana menurutnya di usia itu padi sedang membutuhkan banyak air.
Tentu saja petani khawatir, sebab jika suplai air terus menurun apalagi saat tanaman padi butuh banyak air, bisa menyebabkan produksi menurun bahkan gagal panen.
“Ujung-ujungnya petani yang merugi. Kemudian, produksi gabah Mukomuko juga bisa turun,” paparnya.
Rusman menduga, beberapa hari ini pintu irigasi Bendung Manjunto sayap kiri memang ditutup. Lantaran air fokus dialirkan ke irigasi sayap kanan.
Hal itu dilakukan lantaran debit air Sungai Manjunto turun drastis akibat cuaca panas beberapa hari belakangan.
Rusman meminta agar buka tutup pintu irigasi di Bendung Manjunto bisa adil dan jangan sampai merugikan petani tertentu.
“Balik balik lagikan debit air Sungai Manjunto yang jadi inti masalah. Kenapa panas beberapa hari saja debit air sungai susut drastis, itu yang menjadi pertanyaan kami,” demikian Rusman.

Sementara itu, Dinas PUPR Mukomuko melalui Kepala UPTD Pengairan, Debiriadi, S.AP mengatakan, untuk buka tutup pintu irigasi sayap kiri dan kanan sudah dilakukan seadil mungkin.
Keringnya sejumlah jaringan irigasi beberapa hari yang lalu, kata Debi tidak dipungkiri akibat debit sungai yang menyusut.
“Memang sempat (debit air) sempat susut. Kan kemarin panas beberapa hari,” ungkap Debi.
Untuk sekarang (Senin, 9 Maret 2026) debit sungai Manjunto mulai naik. Karena hujan turun dalam 2 hari berturut-turut.
Kemudian, ia mengimbau kepada petani pemanfaat air irigasi Bendung Manjunto baik sayap kiri maupun kanan, pola pemakaian air harus tepat guna.
Khususnya petani di wilayah hulu irigasi, ia meminta agar turut memikirkan kebutuhan air petani di wilayah hilir jaringan irigasi.
“Terkadang, mohon maaf, pola pemakaian air di wilayah hulu juga kurang bersahabat dengan petani di wilayah hilir irigasi. Ini juga jadi kendala. Kami minta kita sama-sama memikirkan sesama lah,” sebut Debi.
Ditambahkannya, intensitas hujan sekarang ini cukup tinggi. Ia berharap, dalam beberapa hari kedepan suplai air ke seluruh jaringan irigasi aktif sudah kembali normal.
“Debit air terus naik, mudah-mudahan kembali normal,” demikian Debi. (ari)



Tinggalkan Balasan