Mukomuko-Mangimbau.com – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Desa Dusun Baru V Koto, Kecamatan Air Dikit, Kabupaten Mukomuko, tahun ini tampil berbeda. Jika perayaan kemerdekaan umumnya diwarnai berbagai perlombaan permainan rakyat, Pemerintah Desa Dusun Baru V Koto justru memilih mengangkat kekayaan budaya lokal melalui lomba Tari Gandai.

 

Mengusung tema “Lestarikan Budayaku, Merdeka Bangsaku”, kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT RI ke-81 sekaligus upaya pemerintah desa mengenalkan dan menjaga keberadaan seni tradisional yang menjadi identitas masyarakat Mukomuko.

 

Tari Gandai sendiri merupakan salah satu kesenian tradisional yang cukup dikenal di Kabupaten Mukomuko. Karena itu, lomba ini tidak sekadar dipandang sebagai hiburan dalam memeriahkan kemerdekaan, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengenal, mempelajari dan mencintai budaya daerahnya sendiri.

 

Menariknya, Pemerintah Desa Dusun Baru V Koto berupaya menjaga objektivitas penilaian dalam perlombaan tersebut. Panitia menghadirkan dewan juri yang berkompeten dari unsur pegawai Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Mukomuko.

 

Para juri tersebut dinilai memiliki pengalaman dalam menilai berbagai perlombaan Tari Gandai, sehingga penilaian diharapkan berlangsung secara profesional dan tidak hanya berdasarkan subjektivitas.

 

“Kita ingin perlombaan ini benar-benar dinilai secara objektif. Karena itu, kita menghadirkan dewan juri yang memang berkompeten dan sudah sering menjadi juri dalam lomba Tari Gandai,” demikian disampaikan dalam pelaksanaan kegiatan.

 

Lomba Tari Gandai tersebut diikuti sebanyak 15 peserta, yang terdiri dari 3 peserta kategori anak-anak dan 12 peserta kategori dewasa.

Untuk menjaga kekhasan seni tradisional tersebut, panitia juga telah menentukan judul lagu atau pantun yang akan digunakan oleh peserta.

Semarak HUT RI ke-81, Desa Dusun Baru V Koto Lestarikan Tari Gandai Lewat Ajang Lomba

 

Diantaranya, lagu mupu kopi, lori, suah – suah jalan babiduk, pak samolon. Serta lagu anak cicak ateh loteng, kapal terbang dan lagu menjong bebek. Lagu ini ditetapkan panitia karena setiap lirikannya memiliki makna.

 

Dengan demikian, peserta tidak hanya dituntut mampu menampilkan gerakan Tari Gandai, tetapi juga memahami unsur seni dan budaya yang terkandung di dalamnya.

 

Kepala Desa Dusun Baru V Koto, Sarifudin, mengatakan lomba Tari Gandai Kebudayaan Tak Benda tersebut merupakan kegiatan perdana yang dilaksanakan di tingkat desa.

 

Menurutnya, kegiatan tersebut sengaja digelar untuk menumbuhkan kembali kecintaan masyarakat terhadap budaya lokal yang ada di Desa Dusun Baru V Koto maupun Kabupaten Mukomuko secara umum.

 

“Lomba Tari Gandai ini perdana kita laksanakan di tingkat desa. Tujuan utamanya adalah untuk melestarikan budaya yang ada di desa kita dan budaya daerah Mukomuko. Tari Gandai ini merupakan salah satu budaya yang memang lebih dikenal di Kabupaten Mukomuko, sehingga harus terus kita jaga dan lestarikan,” ujar Sarifudin.

 

Ia menambahkan, pelestarian budaya tidak cukup hanya dilakukan oleh pemerintah. Peran masyarakat dan generasi muda sangat penting agar kesenian tradisional tidak hilang ditelan perkembangan zaman.

 

Menurutnya, momentum HUT RI menjadi kesempatan yang tepat untuk menggabungkan semangat kemerdekaan dengan semangat menjaga identitas budaya daerah.

 

“Kita ingin anak-anak dan generasi muda mengenal budaya daerahnya sendiri. Jangan sampai budaya yang menjadi identitas kita justru hanya dikenal oleh generasi terdahulu. Karena itu, kita mulai dari desa, dari kegiatan sederhana seperti ini,” katanya.

 

Sarifudin juga menyampaikan apresiasinya kepada seluruh peserta, panitia, dewan juri serta masyarakat yang telah ikut menyukseskan kegiatan tersebut. Baik itu BPD maupun segenap unsur lemabaga yang ada di desa.

 

Ke depan, Pemerintah Desa Dusun Baru V Koto berencana mengembangkan kegiatan serupa dengan cakupan yang lebih besar. Jika tahun ini dilaksanakan di tingkat desa, bukan tidak mungkin kegiatan tersebut nantinya dikembangkan menjadi agenda budaya dengan melibatkan peserta dari tingkat kecamatan hingga kabupaten.

 

“Alhamdulillah kegiatan ini berjalan dengan baik. Ke depan kita ingin membuat kegiatan yang lebih meriah lagi. Kalau memungkinkan, kita berharap bisa dikembangkan hingga tingkat kecamatan bahkan kabupaten, sehingga Tari Gandai ini semakin dikenal dan semakin banyak generasi muda yang mau mempelajarinya,” ungkap Sarifudin dengan rasa syukur.

 

Melalui kegiatan Perayaan HUT RI ke-81 di Desa Dusun Baru V Koto ini diharapnya tidak hanya menjadi ajang perlombaan dan hiburan masyarakat. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kemerdekaan juga dapat dimaknai dengan menjaga warisan budaya sebagai bagian dari jati diri bangsa.

 

“Sebab, ketika generasi muda mengenal, mencintai dan melestarikan budaya daerahnya. Maka semangat kemerdekaan tidak hanya dirayakan melalui seremoni, tetapi juga diwujudkan dalam bentuk nyata dalam menjaga identitas bangsa agar tetap hidup dari generasi ke generasi,” pungkasnya. (Api/Adv)