Mukomuko-mangimbau.com – Pemerintah Kabupaten Mukomuko melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) menggelar Kegiatan Orientasi dan Pelatihan Teknis Pelaksanaan bagi Kader Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA) pada hari Selasa, 23 Juni 2025.
Langkah strategis ini dilakukan untuk mendongkrak perekonomian keluarga sekaligus memperkuat pemahaman program Keluarga Berencana (KB) di tingkat akar rumput, khususnya para peserta KB atau akseptor.
Adapun tema kegiatan ini yaitu “Akseptor KB menuju keluarga sejahtera, legal, sehat, diminati dan punya bahan baku sendiri”.
Pelatihan yang dihadiri oleh puluhan kader dari berbagai desa di Kabupaten Mukomuko ini menghadirkan narasumber berkompeten dari tingkat provinsi maupun kabupaten untuk memberikan pembekalan yang komprehensif.
Kepala DP2KBP3A Kabupaten Mukomuko, Bustam Bustomo, SKM menuturkan, melalui UPPKA diharapkan mampu mendongkrak perekonomian dan kesejahteraan peserta Keluarga Berencana.
Untuk itulah, Pemkab Mukomuko hadir membekali puluhan akseptor membangun usaha keluarga yang mampu bersaing dan berkelanjutan.
Ini juga dimaksudkan untuk menambah pemahaman para akseptor bahwa program KB bukan sekedar membatasi jumlah anak. Tapi juga fokus pada perencanaan kehamilan yang matang, dan juga membangun ekonomi keluarga untuk meningkatkan kesejahteraan.
“Makanya kita undang narasumber yang berkompeten. Ada Kepala Perwakilan BKKBN, Kadis Perindagkop, dan ada bidang perizinan. Silahkan tanya secara mendetail ke narasumber,” kata Bustam.
Ia berharap, melalui pelatihan ini, kedepan kader UPPKA mampu membangun usaha keluarga sesuai dengan ketentuan. Sehingga usaha masing-masing bisa menopang perekonomian keluarga.
“Mudah-mudahan para peserta pelatihan dalam hal ini peserta KB bisa menjadi akseptor yang produktif untuk memajukan kesejahteraan keluarga,” demikian Bustam.

Adapun materi yang disampaikan oleh masing-masing narasumber sebagai berikut:
1. Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. Zamhir Setiawan menyampaikan pentingnya KB dan Perencanaan Kehamilan.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu mengulas secara mendalam mengenai esensi program KB yang tidak sekadar membatasi jumlah anak, melainkan fokus pada perencanaan kehamilan yang matang.
Dalam paparannya, ia menekankan bahwa kehamilan yang terencana dengan baik (termasuk menjaga jarak kelahiran yang ideal) sangat krusial untuk mencegah stunting, menjaga kesehatan ibu dan anak, serta memberikan ruang bagi ibu untuk aktif produktif membantu perekonomian keluarga melalui kelompok UPPKA.
2. Dinas PMPTSP bidang perizinan memaparkan kemudahan proses perizinan usaha.
Guna mendorong kelompok UPPKA Mukomuko naik kelas menjadi sektor formal, perwakilan dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Mukomuko turut hadir membedah materi legalitas hukum.
Dinas PMPTSP memaparkan tata cara dan kemudahan proses pengurusan perizinan usaha, seperti Pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) secara digital. Legalitas ini dinilai penting agar produk-produk yang dihasilkan oleh kader memiliki daya saing, mendapatkan kepercayaan konsumen, serta mempermudah akses modal usaha perbankan.
3. Dinas Perindagkop-UKM yang disampaikan oleh Kadis, Syafriadi, SH menyampaikan materi strategi peningkatan kualitas produk.
Kadis Perindagkop UKM mendorong para kader untuk terus berinovasi dalam hal standar pengolahan produk, pengemasan (packaging) yang menarik, hingga pemenuhan standar higienis.
Dengan produk yang berkualitas tinggi dan kemasan yang modern, hasil usaha kelompok UPPKA diharapkan mampu menembus pasar yang lebih luas, tidak hanya di lingkup lokal Mukomuko tetapi hingga ke luar daerah.
Melalui pembekalan yang lengkap dari hulu ke hilir ini, para kader UPPKA Kabupaten Mukomuko diharapkan kembali ke desa masing-masing dengan semangat baru untuk langsung mengimplementasikan ilmu yang didapat guna menggerakkan ekonomi produktif di wilayahnya. ADV



Tinggalkan Balasan