Mukomuko-Mangimbau.com – Pemerintah Desa Lubuk Sanai II, Kecamatan XIV Koto, melaksanakan kegiatan Rembuk Stunting sebagai bentuk komitmen dalam mendukung konvergensi pencegahan dan penurunan stunting di tingkat desa.

Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah desa dalam mewujudkan sumber daya manusia yang sehat, berkualitas, dan unggul menuju Indonesia maju.

Rembuk Stunting tersebut berlangsung di Kantor Desa Lubuk Sanai II dan dihadiri oleh berbagai unsur terkait, mulai dari Pemerintah Kecamatan, Puskesmas, Badan Permusyawaratan Desa atau BPD, Pendamping Desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, kader posyandu, serta peserta Rembuk Stunting lainnya.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Desa Lubuk Sanai II berupaya memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menangani persoalan stunting. Keterlibatan berbagai pihak dinilai penting agar program pencegahan dan penurunan stunting dapat berjalan lebih terarah, terpadu, dan tepat sasaran.

Pemerintah desa juga melibatkan tenaga kesehatan dari Puskesmas, kader posyandu, pendamping desa, serta unsur lintas sektor lainnya. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mempercepat upaya deteksi dini, pendampingan keluarga berisiko stunting, peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak, serta penguatan edukasi gizi kepada masyarakat.

Pemerintah Desa Lubuk Sanai II Gelar Rembuk Stunting untuk Wujudkan SDM Unggul

Kepala Desa Lubuk Sanai II, Warisno menyampaikan, rembuk stunting menjadi forum penting untuk menyamakan persepsi, mengevaluasi kondisi di lapangan, serta merumuskan langkah konkret dalam pencegahan stunting.

“Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah desa dalam memastikan setiap program pembangunan desa dapat mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat,” ujar Kades.

Dengan ini, Kades Warisno menegaskan bahwa penanganan stunting bukan hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi juga membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat.

Dengan adanya sinergi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, lembaga desa, aparat keamanan, pendamping, dan kader, upaya penurunan stunting diharapkan dapat memberikan hasil yang lebih optimal.

“Melalui Rembuk Stunting ini, kita berharap dapat memperkuat komitmen bersama dalam membangun generasi yang sehat, cerdas, dan produktif. Sebagai bagian dari cita-cita mewujudkan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia maju,” harap Kades.

Sementara Camat XIV Koto, Andrianto, S.AP menyampaikan apresiasi pada Pemerintah Desa Lubuk Sanai II yang telah menjadikan penanganan stunting sebagai salah satu prioritas pembangunan.

“Kami mendorong agar hasil rembuk ini tidak hanya menjadi dokumen perencanaan, tetapi benar-benar diwujudkan melalui kegiatan nyata yang menyentuh masyarakat,” sampainya.

Dikatakannya juga, Rembuk Stunting ini merupakan langkah strategis untuk menyatukan komitmen seluruh pemangku kepentingan di desa dalam upaya percepatan penurunan stunting.

Pencegahan stunting tidak bisa dilakukan oleh sektor kesehatan saja, tetapi membutuhkan peran aktif pemerintah desa, kader, keluarga, dan masyarakat secara keseluruhan.

“Melalui rembuk stunting ini kita harap dapat lahir berbagai program dan inovasi yang tepat sasaran. Mulai dari pemenuhan gizi ibu hamil, kesehatan balita, sanitasi lingkungan, hingga edukasi pola asuh kepada orang tua. Dengan kerja sama yang baik, target mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting dapat tercapai,” pungkasnya.