Mukomuko-Mangimbau – Meski dana desa tahun 2026 mengalami pemangkasan untuk mendukung program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Semangat Pemerintah Desa Tirta Mulya, Kecamatan Air Manjuto, Kabupaten Mukomuko, tak surut dalam melaksanakan pembangunan.
Buktinya, melalui Dana Desa (DD) tahap pertama tahun ini, Pemdes Tirta Mulya tetap merealisasikan sejumlah pembangunan prioritas. Di antaranya pengoralan jalan usaha tani sepanjang 90 meter serta pemeliharaan kantor desa.
Kedua kegiatan tersebut bahkan telah memasuki tahap awal pengerjaan yang ditandai dengan pelaksanaan titik nol pembangunan, Senin 25 Mei 2026.
Kepala Desa Tirta Mulya, Supriyanto mengatakan, meskipun kondisi anggaran terbatas, pemerintah desa tetap berkomitmen menjalankan pembangunan demi kepentingan masyarakat.
“Untuk tahap pertama ini kita fokus pengoralan jalan usaha tani dan pemeliharaan kantor desa. Kemudian untuk tahap dua nanti, jika tidak ada perubahan, akan dilaksanakan pembangunan rabat beton di pemukiman warga sepanjang 100 meter,” ujar Kades.
Ia juga meminta masyarakat dapat memahami kondisi keuangan desa saat ini. Sebab, tidak semua usulan pembangunan masyarakat dapat direalisasikan tahun ini akibat keterbatasan anggaran.
Meski demikian, pihak desa tetap berupaya mencari peluang pembangunan lain dengan menjemput program-program dari pemerintah kabupaten maupun provinsi.
“Kami tetap berusaha maksimal agar pembangunan di desa terus berjalan. Selain mengandalkan dana desa, kami juga akan menjuluk program-program yang ada di dinas maupun pemerintah provinsi,” tambahnya.
Sementara itu, Camat Air Manjuto, Sutarto, S.AP memberikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Tirta Mulya yang tetap aktif melaksanakan pembangunan meski dana desa mengalami pengurangan.
Menurutnya, kondisi tersebut jangan sampai membuat pemerintah desa kehilangan semangat dalam membangun desa.
“Intinya tetap fokus menjalankan program yang sudah tertuang dalam APBDes. Kepala desa juga harus terus berinovasi dan aktif menjuluk program-program pembangunan yang ada di dinas kabupaten maupun provinsi,” pungkas Sutarto. (api)



Tinggalkan Balasan