MMA – Pemerintah Kabupaten Mukomuko terus memperkuat ketahanan pangan daerah dengan memastikan ketersediaan cadangan beras pemerintah (CBP). Pada tahun 2026, total cadangan beras yang dimiliki daerah ini mencapai 25 ton.

Jumlah tersebut terdiri dari 22 ton cadangan beras yang telah tersedia sebelumnya, ditambah 3 ton cadangan baru pada tahun ini. Penambahan ini dilakukan sebagai bagian dari kebijakan strategis pemerintah dalam menghadapi potensi krisis pangan, bencana alam, maupun gejolak harga di pasaran.

Penetapan jumlah cadangan beras tersebut mengacu pada formulasi yang disiapkan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional atau Bappenas, yang merekomendasikan kebutuhan cadangan beras untuk daerah seperti Mukomuko berada di angka 25 ton.

‘’Iya, tahun ini ada penambahan cadangan beras pemerintah sebanyak 3 ton. Jadi total keseluruhan Cadangan beras daerah kita sudah 25 ton, sesuai dengan intruksi Bappenas dalam upaya menghadapi potensi krisis pangan,’’ ujar Elxandi Utra Dharma, S.Tp.,M.Ec., Dev Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mukomuko.

Lanjutnya, seluruh cadangan beras pemerintah Kabupaten Mukomuko saat ini dititipkan dan dikelola melalui Perum Bulog. Hal ini bertujuan untuk menjamin kualitas beras tetap terjaga, serta memudahkan distribusi ketika dibutuhkan secara cepat dan tepat sasaran.
Cadangan Beras Mukomuko Capai 25 Ton, Langkah Strategis Jaga Ketahanan Pangan Daerah

‘’Meskipun punya pemerintah daerah, Cadangan beras ini bisa dikeluarkan apabila terjadi sesuatu yang mendesak. Seperti bencana alam yang membuat kelangkaan pangan untuk masyarakat,’’ terangnya.

Cadangan beras pemerintah memiliki peran penting, tidak hanya sebagai stok darurat saat terjadi bencana atau kondisi mendesak, tetapi juga sebagai instrumen stabilisasi harga dan pasokan di masyarakat. Dengan adanya cadangan ini, pemerintah daerah dapat melakukan intervensi jika terjadi lonjakan harga beras atau kelangkaan di pasaran.

‘’Selain itu, langkah ini juga menjadi bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Mukomuko dalam mendukung program ketahanan pangan nasional, sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat terhadap ketersediaan bahan pangan pokok,’’ pungkasnya. (Api/adv)