Bengkulu Tengah – Seorang petani karet, Rusli (60), warga Desa Lubuk Sini, Kecamatan Taba Penanjung, Kabupaten Bengkulu Tengah, menjadi korban serangan beruang liar saat menyadap karet di kebunnya pada Selasa (30/6/2026) sekitar pukul 08.30 WIB.

Peristiwa tersebut terjadi di kawasan perkebunan yang berada di jalur pertambangan batu bara di Desa Bajak. Saat sedang bekerja seorang diri, Rusli tiba-tiba diserang seekor beruang yang muncul secara mendadak dari arah semak-semak.

Korban mengalami luka serius akibat cakaran dan gigitan hewan buas tersebut. Beruntung, teriakan minta tolong Rusli didengar warga sekitar yang kemudian datang memberikan pertolongan dan mengevakuasinya.

Rusli sempat dibawa ke Puskesmas Taba Penanjung sebelum akhirnya dirujuk ke RSD Sungai Lemau untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Anak korban, Pendi, mengatakan dirinya mendapat kabar bahwa sang ayah diserang beruang saat bekerja di kebun.

“Saya menerima informasi bahwa ayah saya, Rusli, diserang beruang di jalur pertambangan batu bara pada Selasa pagi. Setelah dievakuasi ke Puskesmas, beliau langsung dirujuk ke RS Sungai Lemau untuk mendapatkan perawatan darurat,” ujar Pendi.

Hingga kini, Rusli masih menjalani perawatan intensif akibat luka yang dideritanya.
Belum diketahui secara pasti penyebab beruang tersebut menyerang korban. Namun, lokasi kebun yang berbatasan langsung dengan kawasan hutan lindung dan area pertambangan diduga menjadi salah satu faktor satwa liar masuk ke wilayah perkebunan warga untuk mencari makanan.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat yang beraktivitas di kawasan yang berdekatan dengan habitat satwa liar agar selalu meningkatkan kewaspadaan, terutama saat bekerja seorang diri di kebun atau hutan.