LEBAK, [12/06/2026] – Suasana di SMA Negeri 1 Bayah, Kabupaten Lebak, Banten hari ini tampak sangat berbeda dan semarak. Universitas Multimedia Nusantara (UMN) berkolaborasi dengan Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) tengah melangsungkan Festival Budaya Mitigasi: Pagelaran Seni & Apresiasi Karya PRB. Acara inovatif ini mengintegrasikan edukasi Pengurangan Risiko Bencana (PRB) dengan kearifan lokal kebudayaan Sunda guna mengubah paradigma mitigasi yang kaku menjadi sebuah perayaan gaya hidup tangguh bencana.
Festival yang digawangi oleh mahasiswa Strategic Communication Fikom UMN melalui program Humanity Project Batch 8 ini, secara resmi dibuka pagi tadi oleh Guru Seni SMAN 1 Bayah, Ibu Lika, mewakili pihak sekolah. Gerakan kemanusiaan ini juga didukung penuh oleh pelaku usaha lokal, yakni UMKM Cibad (Cinta Abadi), sebagai komitmen bersama dalam membangun pusat perekonomian lokal di sekitaran wilayah Bayah.

Seusai pintu gerbang dibuka, puluhan siswa, pemuda, dan warga sekitar langsung memadati area festival. Salah satu daya tarik utama hari ini adalah peluncuran perdana dan pemutaran film pendek “Cerita Lama, Peringatan Nyata” di ruang Sanggar. Karya tersebut berhasil memantik atensi emosional para penonton dengan mengangkat kembali memori kolektif sejarah tsunami lokal yang dibungkus lewat konsep event yang modern.
Namun Event “Bayah Meulis” tidak hanya cukup untuk memutarkan Film pendek “Cerita Lama, Peringatan Nyata”, Di ruang Sanggar diajak nyanyi bersama oleh Steven, Sang pencipta Lagu Sunda Memorial Modern berbasis Edukasi Mitigasi Bencana Tsunami yakni berjudul “Tong Balik Deui” cukup memberikan kesan yang ramah dan inovatif.
Fakta menariknya, sebelum memasuki ruangan pameran, para pengunjung tampak sangat antusias memindai (scan) QR Code yang disediakan panitia untuk mengunduh dan mengisi lembar Pre-Test kesiapsiagaan bencana mandiri. Metode digital ini sengaja dirancang secara singkat, padat, namun tetap aktif mendorong partisipasi audiens.

Ketua Pelaksana Festival Budaya Mitigasi menyatakan langsung dari lokasi acara bahwa respons masyarakat melampaui ekspektasi awal.
“Hari ini kami membuktikan bahwa edukasi kebencanaan bisa dikemas secara sangat menyenangkan tanpa menghilangkan esensi krusialnya. Kolaborasi aktif dengan OSIS SMAN 1 Bayah adalah bukti nyata pergerakan soft power anak muda lokal untuk membangun ‘Bayah Tangguh’,” ungkapnya di sela-sela acara.
Namun Event “Bayah Meulis” tidak hanya cukup untuk memutarkan Film pendek “Cerita Lama, Peringatan Nyata”, Di ruang Sanggar diajak nyanyi bersama oleh Steven, Sang pencipta Lagu Sunda Memorial Modern berbasis Edukasi Mitigasi Bencana Tsunami yakni berjudul “Tong Balik Deui” cukup memberikan kesan yang ramah dan inovatif.

Dukungan nyata terhadap gerakan kemanusiaan ini juga tercermin dari kontribusi berbagai pihak sektor privat. Kehadiran UMKM Kopi Lokal turut memberikan fasilitas penunjang berupa hidangan minuman kopi bagi para pengunjung. Kehadiran kopi lokal ini menjadi simbol kekuatan inklusif yang merekatkan kebersamaan sekaligus berdampak luas bagi penguatan ketangguhan masyarakat Lebak Selatan. (*)



Tinggalkan Balasan