MMA – Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) Kabupaten Mukomuko, bersama agen LPG PT. CBL Provinsi Bengkulu dan jajaran Polres Mukomuko melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pangkalan gas Lpg subsidi 3 kilogram di wilayah Kabupaten Mukomuko, Selasa (17/2/2026).

Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan stok gas subsidi tetap aman sekaligus mengantisipasi potensi lonjakan harga menjelang bulan puasa Ramadan 1447 H.

Sidak yang dipimpin langsung Kepala Disperindagkop Mukomuko, Syafriadi, SH tersebut menyasar beberapa pangkalan LPG guna memantau distribusi, ketersediaan, serta kepatuhan harga jual di lapangan.

Dari hasil pemantauan, stok LPG subsidi di sejumlah pangkalan terpantau masih aman. Harga jual kepada masyarakat juga masih sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

Dalam kesempatan itu, pihak Disperindagkop bersama agen LPG menegaskan kepada pangkalan dan pelaku UMKM agar tidak menjual gas subsidi di atas HET. Pangkalan juga diingatkan untuk menyalurkan LPG tepat sasaran, tidak diperjualbelikan kepada masyarakat mampu maupun aparatur sipil negara (ASN).

“Sidak ini merupakan kegiatan rutin Dinas Perindag bersama pihak Agen setiap memasuki bulan puasa. Ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan stok LPG dipangkalan dan antisipasi lonjakan harga,” ujar Syafriadi.

Selain itu, masyarakat dihimbau untuk tidak melakukan penimbunan atau pembelian berlebihan. Pemerintah memastikan kuota LPG subsidi untuk Kabupaten Mukomuko dalam kondisi aman, bahkan mengalami penambahan alokasi pada tahun ini.

“Intinya stok LPG di daerah kita masih aman, dengan catatan masyarakat jangan menyetok. Kalau ini terjadi maka tidak menutup kemungkinan masyarakat itu sendiri yang susah. Maka itu masyarakat jangan panik akannya stok LPG. Kami pastikan aman hingga lebaran nanti,” tegas Syafriadi.

Hal yang sama disampaikan pihak Agen LPG PT. CBL Provinsi Bengkulu, Megha Sianturi, bahwa stok gas LPG untuk Kabupaten Mukomuko masih aman dan terpenuhi. Apalagi tahun ini ada penambahan kuota untuk Mukomuko.

Disamping itu, dipastikannya juga pendistribusian gas LPG dari Agen ke Pangkalan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan meskipun dihari libur kerja. Sehingga dipastikan tidak ada kelangkaan gas LPG selama bulan ramadhan hingga lebaran nantinya.

“Dengan ini kami ingatkan pemilik pangkalan jangan menjual gas di atas HET yang telah ditentukan. Dan juga jangan menjual pemilik warung dengn jumlah yang berlebihan, apalagi warung yang tidak masuk sistem penjualan gas LPG subsidi ini,” ucap Megha.

Sambungnya, pemantauan akan terus dilakukan secara berkala untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga, sehingga kebutuhan masyarakat terhadap LPG subsidi selama Ramadan dapat terpenuhi tanpa gejolak di lapangan.

“Tentunya akan terus kita lakukan pemantauan dan pengawasan terhadap pangkalan gas LPG subsidi yang ada di daerah ini,” pungkas Megha.