Mukomuko-Mangimbau.com – Kondisi proyek pemeliharaan jalan nasional berupa tambal sulam di Kabupaten Mukomuko kembali menuai sorotan. Sejumlah ruas yang dikerjakan dilapor terkesan asal jadi, bahkan diduga satu titik jalan yang baru selesai dibangun sudah mengalami kerusakan, bergelombang, bahkan dinilai berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Kondisi tersebut memicu kekecewaan masyarakat, terutama di ruas jalan nasional yang melintasi Kecamatan Kota Mukomuko, XIV Koto, Lubuk Pinang, Pondok Lunang, hingga beberapa wilayah lainnya.

Menanggapi persoalan tersebut, Rumus Institute Kabupaten Mukomuko mendesak Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan proyek tambal sulam di Kabupaten Mukomuko.

Direktur Rumus Institute Kabupaten Mukomuko, Rusman Aswardi, SP menilai kualitas pekerjaan yang dilakukan kontraktor patut dipertanyakan. Pasalnya, jalan yang belum lama diperbaiki justru kembali mengalami kerusakan sehingga menimbulkan dugaan pekerjaan tidak dilaksanakan secara maksimal dan tidak mengutamakan mutu.

“Setiap tahun anggaran pemeliharaan jalan nasional mencapai puluhan miliar rupiah. Masyarakat tentu berhak mempertanyakan kualitas pekerjaan ketika hasilnya baru seumur jagung sudah rusak kembali,” tegasnya.

Menurutnya, jika kondisi tersebut terus dibiarkan, negara berpotensi mengalami pemborosan anggaran karena pekerjaan yang sama harus terus diulang tanpa memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Rumus Institute juga meminta Kementerian PU dan BPJN tidak hanya menerima laporan administrasi dari pelaksana proyek, tetapi turun langsung ke lapangan untuk memeriksa kualitas pekerjaan serta mengevaluasi kinerja kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut.

“Kontraktor harus bertanggung jawab terhadap mutu pekerjaan. Jangan sampai proyek pemeliharaan jalan hanya menghabiskan anggaran negara, sementara masyarakat tetap menikmati jalan yang rusak dan membahayakan keselamatan,” ujarnya.

Masyarakat berharap pemerintah pusat tidak menutup mata terhadap persoalan tersebut. Evaluasi menyeluruh dinilai penting agar setiap rupiah uang negara benar-benar menghasilkan infrastruktur yang berkualitas, tahan lama, dan memberikan rasa aman bagi para pengguna jalan.

“Bukan sekadar pekerjaan tambal sulam yang cepat rusak dan terus menjadi keluhan setiap tahun. Kami pastikan akan bersurat ke Kementerian PU dan BPJN,” tegas Rusman.