MUKOMUKO-MANGIMBAU.COM – Sebanyak 68 siswa dan siswi SMK Negeri 01 Mukomuko resmi dilepas untuk melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di berbagai perusahaan, industri, dan bengkel yang tersebar di dalam maupun luar daerah Mukomuko.
Pelepasan dilakukan secara simbolis oleh kepala sekolah setelah para siswa menerima pembekalan sebagai bekal menghadapi dunia kerja yang sesungguhnya.
Kegiatan PKL ini menjadi bagian penting dalam proses pendidikan vokasi, karena memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengaplikasikan ilmu yang selama ini dipelajari di bangku sekolah ke lingkungan kerja nyata.
Kepala SMKN 01 Mukomuko, Meity Haslinda, M.TPd menyampaikan, 68 peserta PKL tersebut berasal dari lima program keahlian, yakni Teknik Kendaraan Ringan (TKR), Teknik Pemesinan (TP), Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL), Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB), serta Analisis Pengujian Laboratorium (APL).
Sebelum diberangkatkan ke lokasi masing-masing, seluruh peserta terlebih dahulu mendapatkan pembekalan dari pihak sekolah. Pembekalan tersebut bertujuan untuk menanamkan sikap disiplin, etika kerja, tanggung jawab, serta kemampuan beradaptasi di lingkungan kerja profesional.
“PKL bukan sekadar memenuhi kewajiban kurikulum. Ini adalah kesempatan bagi siswa untuk belajar langsung dari dunia usaha dan dunia industri. Kami berharap siswa dapat menjaga nama baik sekolah, menunjukkan kemampuan terbaik, dan menyerap pengalaman sebanyak-banyaknya,” ujar Kepala Sekolah, Meity.
Lanjutnya, untuk lokasi PKL para siswa tersebar di berbagai instansi dan perusahaan, mulai dari Tunas Daihatsu Bengkulu, PT Agromuko di Desa Sari Bulan, Kecamatan Air Dikit. Hingga sejumlah bengkel dan tempat usaha di wilayah Penarik, Kota Mukomuko, Lubuk Sanai, Lubuk Gedang, Lubuk Pinang, serta wilayah Silaut, Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat.
Penempatan siswa di berbagai lokasi tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman kerja yang beragam sesuai kompetensi masing-masing jurusan.
Melalui program PKL ini, kata Meity, siswa tidak hanya dituntut menguasai keterampilan teknis, tetapi juga membangun karakter, meningkatkan kemampuan komunikasi, serta memahami budaya kerja yang nantinya menjadi modal penting saat memasuki dunia kerja setelah lulus.
“Ini bentuk komitmen kami dari sekolah dalam mencetak lulusan yang siap kerja, kompeten, dan mampu bersaing di tengah kebutuhan dunia industri yang terus berkembang. Keberhasilan program ini nantinya akan menjadi tolok ukur sejauh mana pendidikan vokasi mampu menjembatani kebutuhan sekolah dengan dunia usaha dan dunia industri,” pungkasnya. (api)



Tinggalkan Balasan