Mukomuko-manginbau.com – Jengkol merupakan tumbuhan asli dari Asia Tenggara. Oleh karena itu, jengkol atau jering tidak asing lagi bagi masyarakat di Indonesia.

Meski dinggap memiliki aroma kurang sedap, di Indonesia jengkol dijadikan bahan makanan. Ragam menu berbahan jengkol mudah di temukan di seluruh wilayah Indonesia. Termasuk wilayah perkotaan.

Salah satu menu berbahan jengkol yang kerap ditemui di restoran atau warung makan atau meja makan makan rumah tangga orang Indonesia yaitu gulai jengkol, semur jengkol, dan sambal jengkol.

Ada tips dan rahasia memasak jengkol agar sesuai dengan selera. Salah satu yang belum banyak tahu, yaitu cara membuat sambal jengkol tua agar daging jengkolnya lunak alias tidak keras.

Namun sebelum mengulas rahasia itu, mari kita kenali terlebih dahulu tanaman jengkol yang kerap kita jumpai ini.

Mengenal Tanaman Jengkol

Jengkol atau jering (Archidendron pauciflorum) merupakan buah polong-polongan asal Asia Tenggara. Jengkol mudah ditemukan di Indonesia, Thailand, Myanmar, Malaysia dan neraga Asia Tenggara lainnya.

Penting! Pahami Syarat Jadi Calon Kepala Desa Berdasarkan Undang-undang Terbaru

Jengkol dulunga tumbuhan hutan. Namun sekarang sudah menjadi tanaman budidaya karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi.

Pemilik kebun jengkol yang luas atau pengepul buah/biji jengkol, kerap dijuluki “Juragan Jengkol” yang menjadi penanda sebagai orang kaya.

Meski masih menjadi komoditas lokal Indonesia, belum banyak di ekspor, jengkol sudah menjadi komoditi ekonomi di negara kita. Baik sektor budidayanya, maupun sektor perdagangannya hingga sampai ke piring menu makan kita.

Tips Bikin Sambal Jengkol Tua Supaya Lunak

Membuat sambal jengkol tua supaya tidak keras, daging jengkol menjadi lunak dan mudah digigit rupanya ada rahasianya.

Kalau jengkol tua habis digoreng kemudian langsung dicampur dengan sambal cabai, daging jengkol jadinya akan keras. Susah digigit dan dikunyah. Sehingga kita kurang bisa menikmati menu yang menggoda selera ini.

Maka coba ikuti tips membuat sambal jengkol tua yang akan kita uraikan ini. Semoga setelah membaca artikel ini, sahabat Mukomuko Mangimbau bisa memasak sambal jengkol tua sesuai keinginan.

Langkah-langkah

Pertama, biji jengkol dibelah menjadi dua. Kemudian setiap belah biji jengkol bisa dipotong menjadi 3 bagian atau bisa juga digeperek, tergantung selera masing-masing.

Lalu, biji jengkol yang sudah disiapkan digoreng menggunakan minyak goreng panas dengan api sedang. Sembari menunggu goreng jengkol matang, kita bisa menyiapkan racikan sambal cabai.

Setelah daging jengkol sudah berubah agak kecoklatan, itu pertanda gorengan jengkol sudah matang.

Maka langkah selanjutnya siapkan air di wadah yang cukup untuk menampung gorengan jengkol.

Angkat segera gorengan jengkol, tiriskan sebentar untuk menurunkan minyak, lalu rendam ke dalam air di dalam wadah saat jengkol masih panas sekitar 5 sampai 10 menit.

Sembari menunggu itu, kita bisa mengolah tumisan sambal cabai. Untuk sambal bisa disesuaikan lidah masing-masing.

Minyak bekas menggoreng jengkol bisa digunakan menumis cabai agar aroma khas jengkol menyatu dengan sambal cabai tumis kita.

Setelah sambal tumis cabai matang, matikan kompor tunggu sampai sambal agak dingin. 1 sampai 2 menit.

Sembari itu, tiriskan rendaman gorengan jengkol kita tadi menggunakan saringan. Setelah itu, campur ke sambal lalu aduk merata.

Sambal jengkol tua dengan daging yang lunak siap disajikan ke meja makan Sahabat Mukomuko Mangimbau dan disantap bersama keluarga.

Kesimpulan

Rahasia agar sambal jengkol tua menjadi lunak alias tidak keras yaitu dengan merendam gorengan jengkol dengan air saat masih panas.

Sambal jengkol cocok dicampur dengan bahan makanan lain seperti ayam, ikan, telur puyuh, ikan teri dan lainnya. Selamat mencoba!