BENGKULU — Musim kemarau mulai menunjukkan tanda-tanda yang perlu diwaspadai di Provinsi Bengkulu. Sebanyak 15 titik panas atau hotspot terdeteksi di sejumlah wilayah berdasarkan pantauan satelit Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Kemunculan hotspot ini menjadi perhatian karena kondisi cuaca di sejumlah wilayah Bengkulu cukup panas, dengan suhu udara yang dapat mencapai 33 derajat Celsius. Kondisi lahan yang mulai mengering juga berpotensi memperbesar risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Data pantauan menunjukkan, 15 hotspot tersebut tersebar di enam kabupaten, yakni Bengkulu Selatan, Bengkulu Tengah, Bengkulu Utara, Kaur, Mukomuko, dan Seluma.

Dari seluruh wilayah tersebut, Kabupaten Kaur menjadi daerah dengan sebaran hotspot terbanyak. Titik panas terpantau di Kecamatan Kaur Utara, Padang Guci Hilir, Padang Guci Hulu, Semidang Gumay, Tanjung Kemuning, dan Tetap.

Hotspot lainnya terdeteksi di Kecamatan Kedurang, Kabupaten Bengkulu Selatan; Kecamatan Karang Tinggi, Kabupaten Bengkulu Tengah; serta Kecamatan Tanjung Agung Palik, Kabupaten Bengkulu Utara.

Sementara di Kabupaten Mukomuko, titik panas terpantau di Kecamatan Air Rami. Sedangkan di Kabupaten Seluma, hotspot terdeteksi di Kecamatan Seluma Utara dan Semidang Alas.

Pemprov Minta Warga Jangan Lengah

Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Herwan Antoni meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan menyusul munculnya sejumlah titik panas tersebut.

Menurutnya, hotspot tidak boleh dianggap sepele karena dapat menjadi indikator awal potensi kebakaran apabila kondisi lingkungan mendukung.

“Dengan kondisi musim kemarau seperti sekarang, masyarakat harus lebih waspada. Jangan sampai aktivitas sehari-hari justru memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” ujar Herwan, Rabu (12/8/2026).

Herwan secara khusus mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah sembarangan, terutama di lahan terbuka yang kondisinya kering.

Ia juga meminta warga tidak membuang puntung rokok sembarangan karena sumber api kecil dapat memicu kebakaran ketika kondisi lingkungan panas dan kering.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan dan jangan membuang puntung rokok sembarangan, karena dalam kondisi panas dan kering, api kecil sekalipun bisa dengan cepat menyebar,” katanya.

Kaur Jadi Perhatian Utama

Kaur menjadi wilayah yang mendapat perhatian khusus pemerintah provinsi karena memiliki sebaran hotspot paling banyak dalam pantauan saat ini.

“Terutama untuk wilayah Kaur, karena titik panasnya cukup banyak. Kami minta masyarakat benar-benar menjaga lingkungan dan menghindari kegiatan yang dapat memicu kebakaran,” tegas Herwan.

Masyarakat juga diminta tidak menunggu api membesar. Jika menemukan kepulan asap atau titik api di sekitar permukiman, perkebunan maupun kawasan hutan, warga diimbau segera melaporkannya kepada pihak berwenang agar dapat ditangani sedini mungkin.

Pemerintah Provinsi Bengkulu berharap kewaspadaan bersama dapat mencegah 15 hotspot yang terpantau saat ini berkembang menjadi karhutla yang lebih luas.

Pasalnya, pencegahan menjadi langkah paling penting di tengah kondisi cuaca panas dan lahan yang mulai mengering.

Musim kemarau belum selesai. Titik panas sudah muncul. Kini, kewaspadaan masyarakat menjadi kunci agar Bengkulu tidak menghadapi kebakaran yang lebih besar. (Adm)