MMA – Masyarakat Desa Lubuk Sanai, Kecamatan XIV Koto, Kabupaten Mukomuko tampaknya 1 sampai 2 hari ini (27 dan 28 Mei 2026) akan cukup sibuk.

Kesibukan warga setempat tidak lain yaitu mengurus hewan qurban yang jumlahnya mencapai puluhan ekor.

Dan diprediksi, total daging hewan qurban di desa Lubuk Sanai nanti bisa mencapai 3,7 ton. Dengan perhitungan setiap hewan qurban menghasilkan 85 kilogram daging.

Itu baru daging bersih, belum lagi tulang, jeroan, dan termasuk kulit dan tunjang yang juga bisa diolah menjadi menu makanan yang uwenak.

Masyarakat setempat, Rusman ketika dihubungi mengungkapkan, seperti tahun-tahun sebelumnya, hewan qurban di Desa Lubuk Sanai kembali mencapai puluhan ekor.

Di desanya tercatat kata Rusma, pada tahun 2026 ini ada 44 ekor hewan qurban yang bakal dipotong.

Meliputi hewan jenis kerbau sebanyak 10 ekor dan hewan qurban jenis sapi sebanyak 34 ekor.

Ia menerangkan, 44 ekor hewan qurban itu, pemotongannya dibagi di dua lokasi. Yakni di lokasi kepanitiaan qurban Masjid Nurul Huda dan Masjid Al-Jihad.

“Di Masjid Nurul Huda itu totalnya 37 hewan qurban. 10 ekor kerbau dan 27 sapi. Dan di mesjid Al-Jihad sebanyak 7 ekor sapi,” terang Rusman kepada Mukomuko Mangimbau, Rabu siang.

Katanya, saat ini proses penyembelihan hewan qurban dan pemotongan daging masih berlangsung.

Kemudian nanti daging qurban akan didistribusikan kepada masyarakat, khususnya warga Lubuk Sanai, tak terkecuali juga warga desa lain.

Untuk diketahui, pemotongan hewan qurban dapat dilakukan dalam 4 hari yang disyariatkan.

Hari paling utama penyembelihan hewan qurban yaitu pada tanggal 10 Dzulhijjah setelah pelaksanaan shalat Idul Adha.

Sebab itulah, shalat Idul Adha dilaksanakan lebih pagi ketimbang Idul Fitri, karena setelah shalat Idul Adha ada penyembelihan hewan qurban.

Namun, jika ada keadaan tertentu. Misalkan hewan qurban yang banyak, maka penyembelihan hewan qurban dapat dilakukan pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah, atau disebut hari tasyrik. (Ari)