Mukomuko-Mangimbau.com – Semarak memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Desa Lubuk Sanai II, Kecamatan XIV Koto, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, kembali diwarnai kegiatan unik dan sarat makna.

Pemerintah Desa Lubuk Sanai II menggelar pawai motor gerandong yang melibatkan para buruh atau pelangsir sawit. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT RI sekaligus bentuk apresiasi terhadap masyarakat yang selama ini berperan dalam mendukung aktivitas perkebunan dan perekonomian desa.

Pawai motor gerandong ini bukan sekadar kegiatan untuk memeriahkan suasana 17 Agustus. Di balik deretan kendaraan yang digunakan para pelangsir sawit, terdapat pesan sosial bahwa pembangunan daerah tidak hanya ditopang oleh mereka yang berada di balik meja pemerintahan, tetapi juga oleh masyarakat pekerja yang setiap hari menjalankan aktivitasnya di lapangan.

Menariknya, kegiatan tersebut telah memasuki tahun ketiga dilaksanakan oleh Pemerintah Desa Lubuk Sanai II setiap momentum peringatan HUT Kemerdekaan RI.

Kepala Desa Lubuk Sanai II, Warisno mengatakan, pawai motor gerandong sengaja dipertahankan sebagai agenda tahunan karena memiliki nilai tersendiri bagi masyarakat, khususnya para buruh dan pelangsir sawit.

Menurutnya, para pelangsir sawit memiliki peran penting dalam membantu petani. Mereka menjadi bagian dari mata rantai yang mempermudah hasil perkebunan masyarakat untuk dibawa dari lokasi kebun menuju tempat pengumpulan maupun pabrik.

“Pawai ini bukan hanya untuk hiburan dan memeriahkan HUT RI. Kami ingin memberikan ruang dan penghargaan kepada para pelangsir sawit yang selama ini ikut membantu masyarakat, khususnya petani sawit,” ujar Warisno.

Ia menambahkan, pekerjaan sebagai pelangsir sawit terkadang dipandang sebelah mata. Padahal, keberadaan mereka sangat membantu memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat perkebunan.

Karena kemajuan daerah tidak hanya lahir dari kebijakan pemerintah, tetapi juga dari keringat masyarakat yang setiap hari bekerja menggerakkan roda ekonomi.

“Tanpa disadari, mereka juga memberikan sumbangsih terhadap kemajuan daerah. Mereka membantu petani mengangkut hasil sawit, sehingga roda perekonomian masyarakat tetap berjalan,” katanya.

Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Desa Lubuk Sanai II berharap semangat kemerdekaan tidak hanya dimaknai dengan kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk menghargai seluruh lapisan masyarakat yang memiliki kontribusi terhadap pembangunan.

Peringatan HUT RI, menurutnya, harus menjadi ruang kebersamaan. Tidak ada perbedaan antara petani, buruh, pelangsir, perangkat desa maupun masyarakat lainnya. Semua memiliki peran dalam membangun desa.

“Semangat kemerdekaan adalah semangat kebersamaan. Kita ingin semua masyarakat merasa memiliki dan ikut menjadi bagian dari pembangunan desa,” tutupnya.

Untuk acara ini sendiri akan dilaksanakan pada 17 Agustus 2026 mendatang setelah dilaksanakan upacara bendera. Sedangkan rutenya Star dari Kantor Desa Lubuk Sanai – Danau Nibung – Sp6 Kecamatan Air Manjuto – Lubuk Gedang Kecamatan Lubuk Pinang dan Finis di halaman Kator Desa Lubuk Sanai II, dengan dilanjutkan pembagian doorprize. (Api)