MMA – Koordinator wilayah (Korwil) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Mukomuko, M. Sukri melaporkan, data calon penerima manfaat makan bergizi gratis (MBG) di Mukomuko mencapai 66.732 orang.
Hal itu ia sampaikan dalam rapat bersama Satuan Tugas (Satgas) Percepatan MBG Kabupaten Mukomuko, didalamnya lintas lembaga pemerintahan.
Katanya, data itu dihimpun oleh tim koordinator wilayah dan tim Korkab melalui koordinasi tingkat kecamatan serta survei ke sekolah-sekolah.
Masih dalam keterangan Sukri, dari total 66.732 calon penerima manfaat MBG itu, sekitar 25.000 sudah mendapatkan MBG, atau sudah terpenuhi sekitar 40 persen.
“25.000 orang yang sudah menerima manfaat MBG dilayani sebanyak 10 Dapur MBG yang sudah beroperasi di Mukomuko,” kata Sukri.
Ia menerangkan, untuk melayani seluruh calon penerima manfaat MBG itu, setidaknya dibutuhkan 41 titik Dapur MBG.
Rinciannya, 30 Dapur MBG Aglomerasi/reguler dengan kapasitas 3.000 menu MBG. Dan 11 Dapur MBG Terpencil yang kapasitas menunya menyesuaikan.
“Dapur MBG yang sudah beroperasi sekarang semuanya SPPG Aglomerasi. Untuk SPPG Terpencil, ada 1 yang persiapan operasi yaitu di wilayah Malin Deman. Selebihnya masih tahap proses pembangunan dapur,” papar Sukri.
Menyoal data calon penerima manfaat MBG di Kabupaten Mukomuko ini, Satgas Percepatan MBG di daerah ini mengatakan, data harus divalidasi.
Hal ini disampaikan Sekretaris Satgas Percepatan MBG Kabupaten Mukomuko, yaitu Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Elxandy Ultria Darma, S.TP., M.Ec Dev.
“Validasi data calon penerima manfaat MBG ini sesuai surat perintah Badan Gizi Nasional (BGN). Jadi dalam melakukan validasi data ini, kami berharap seluruh sektor yang tergabung dalam Satgas bisa terlibat,” papar Elxandy pada rapat koordinasi beberapa waktu lalu.
Tidak hanya itu, Satgas Percepatan MBG yang diketuai oleh Asisten 2 Setdakab Mukomuko ini juga diperintahkan memantau langsung Dapur MBG yang sudah beroperasi.
“Monitoring ini untuk melihat langsung standar bangunan, peralatan, dan sumber daya manusia (SDM) yang dipekerjakan di masing-masing Dapur MBG,” demikian Elxandy.
Makan bergizi gratis atau MBG ini merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Sejak digulirkan tahun 2025 lalu, ragam kritikan bahkan penolakan MBG terjadi di berbagai daerah.
Kritik dan tuntutan pengertian program MBG imbas dari beberapa persoalan. Diantaranya kasus keracunan, belanja kontrovesial di tubuh BGN, anggaran yang fantastis dan lain sebagainya.
Pemerintah terus melakukan evaluasi dan perbaikan mekanisme penyaluran MBG. Dan progres program ini dapat dikatagorikan berjalan cukup cepat. (Api)



Tinggalkan Balasan