MMA – Sejumlah vendor melakukan penyegelan di beberapa titik proyek pembangunan SPPG yang dikerjakan dan dikelola oleh PT Adhi Karya. Aksi penyegelan tersebut dilakukan sebagai bentuk protes dan kekecewaan para vendor karena pembayaran pekerjaan yang mereka kerjakan disebut belum memiliki kejelasan hingga saat ini.

 

Penyegelan tidak hanya terjadi di wilayah Bengkulu, namun juga dilakukan di sejumlah proyek SPPG lainnya yang berada di Lampung dan Bangka. Khusus di Bengkulu, sedikitnya terdapat 25 titik proyek yang disegel oleh para vendor.

Salah seorang vendor bidang elektrikal dan plumbing, Tedi Agus, mengatakan bahwa langkah penyegelan dilakukan lantaran pihak vendor belum menerima pembayaran pekerjaan dari perusahaan pelaksana proyek.

 

Menurutnya, sejumlah bagian bangunan mulai dari ruang panel hingga bangunan utama ikut disegel sebagai bentuk tekanan agar ada kepastian pembayaran dari pihak perusahaan.

 

Ia menyebutkan, total tagihan pekerjaan elektrikal dan plumbing yang belum dibayarkan mencapai sekitar Rp4,6 miliar. Nilai tersebut terdiri dari tagihan kelima sebesar Rp1,7 miliar dan tagihan keenam sekitar Rp2,9 miliar.

 

Selain vendor elektrikal dan plumbing, vendor pekerjaan paving block dan penataan halaman juga mengaku mengalami hal serupa. Vendor eksterior, Edy Sutoyo, menyampaikan bahwa pihaknya hingga kini belum menerima pembayaran pekerjaan yang telah dilakukan.

 

Ia mengatakan total tagihan yang masih tertunggak mencapai sekitar Rp1,1 miliar. Bahkan, masih terdapat sekitar 15 persen pekerjaan yang belum dapat diselesaikan akibat belum adanya kepastian pembayaran.

 

Para vendor mengaku telah berulang kali meminta kepastian kepada pihak perusahaan terkait jadwal pembayaran tagihan. Namun hingga kini, mereka menilai belum ada jawaban yang jelas mengenai kapan pembayaran akan dilakukan.

 

Akibat kondisi tersebut, para vendor menegaskan aksi penyegelan akan terus dilakukan sampai ada kejelasan dan penyelesaian pembayaran dari pihak perusahaan.