MMA – Kondisi memprihatinkan terjadi di Desa Lalang Luas, Kecamatan V Koto. Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) yang dibangun menggunakan anggaran negara bernilai ratusan juta rupiah sejak tahun 2024 hingga kini diduga terbengkalai dan belum memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ironisnya, sejak proyek selesai dibangun pada tahun 2024 lalu, hingga memasuki tahun 2026 masyarakat setempat disebut belum pernah menikmati aliran air bersih dari fasilitas tersebut.

Bangunan Pamsimas yang seharusnya menjadi solusi kebutuhan air bersih warga, kini justru terlihat seperti aset mati yang hanya berdiri tanpa fungsi jelas.
Belum diketahui secara pasti penyebab mandeknya pemanfaatan Pamsimas ini. Muncul sejumlah pertanyaan di tengah masyarakat, mulai dari dugaan pembangunan yang tidak sesuai spesifikasi, persoalan teknis jaringan distribusi, hingga kemungkinan sumber air yang tidak memadai.
Salah seorang anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) setempat, Darium, mengakui bahwa hingga saat ini fasilitas tersebut belum berfungsi sebagaimana mestinya.
“Sampai sekarang belum dimanfaatkan warga. Bangunannya ada, tapi airnya belum dinikmati masyarakat. Cuma di awal-awal pembangunan selesai saja ada mengalir sebentar. Setelah itu tidak pernah mengalir lagi sampai detik ini,” ungkapnya.
Kondisi ini memunculkan tanda tanya besar terkait pengawasan proyek yang menggunakan dana APBN tersebut. Pasalnya, program Pamsimas sejatinya bertujuan meningkatkan akses masyarakat terhadap air bersih dan sanitasi layak, khususnya di wilayah pedesaan.
Jika hingga bertahun-tahun fasilitas itu tak kunjung difungsikan, publik patut mempertanyakan perencanaan proyek, kualitas pekerjaan, hingga tanggung jawab pihak terkait.
“Masyarakat berharap pemerintah desa segera memberikan penjelasan terbuka terkait belum mengalirnya Pamsimas ini. Kami dari BPD sudah mengingatkan Kades untuk memperbaiki Pamsimas ini termasuk juga BUMDes nya,” pungkasnya. (Api)


Tinggalkan Balasan