Mukomuko-mangimbau.com – Lagi, masyarakat mengeluhkan kondisi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mukomuko yang beralamat di Jl. Danau Nibung, Desa Kota Praja, Kecamatan Air Manjunto.

Setelah beberapa hari lalu ramai soal pelayanan pasien kecelakaan yang kritis di ruang Intensive Care Unit (ICU) diduga tidak mendapat tindakan maksimal.

Kemudian Pendingan ruangan (AC) yang tidak berfungsi dan banyak lagi lainnya. Kini mencuat soal kabar minimnya keamanan di rumah sakit plat merah itu.

Ada keluarga pasien yang mengalami kehilangan barang berharga di ruang rawat inap RSUD Mukomuko.

Hal itu diketahui, setelah akun Facebook Zakabinulfa mengirim pesan ke Mukomuko Mangimbau.

Ia meminta bantuan agar peristiwa kehilangan yang ia alami di RSUD Mukomuko dapat diposting di halaman Mukomuko Mangimbau.

Ia berharap, dompet berisi uang jutaan rupiah mikiknya ditemukan oleh orang baik dan dapat kembali ke tanganya.

“Min tolong sherkan kehilangan d RSUD MUKOMUKO. KTP atas nama M ULFA 21.01.1983 telah hilang sebuah dompet beserta isinya berupa uang tunai +_ 3jt Rp. Dan KTP NPWP. Makasih,” tulis akun Zakabinulfa mengirim pesan.

“Di ruangan seruni tadi malam pas dalam kondisi tidur d dlm ruangan,” sambung akun tersebut.

Alih-alih mendapat informasi baik soal keberadaan dompet miliknya. Kolom komentar justru dibajiri informasi soal peristiwa kehilangan lain di RSUD Mukomuko.

Seperti akun Febby Febrian berbagi cerita pernah mengalami kehilangan handphone (HP) di RSUD Mukomuko.

Lewat kolom komentar, Ia juga berharap pemangku kebijakan memperbaiki sistem keamanan di rumah sakit milik Pemkab Mukomuko itu.

“Kami baru 2 minggu lalu jadi korban kehilangan hp di bagian pendaftaran.. security nya RSUD tidak ada perubahan padahal sudah banyak korban.. Tolong lah yang punya kuasa untuk RSUD perbaiki sistem securty nya seperti cctv di beberap arah .. Jangan alasan rusak doang..,” tulis akun Febby Febrian dalam komentar.

Lebih parah lagi cerita akun Winda Arie, ia mengaku 2 tahun silam pernah ketinggalan HP di mesin ATM. Setelah ia cek rekaman CCTV dari bank, yang mengambil adalah oknum Satpam.

Padahal ia bercerita, setalah tahu HP-nya hilang, ia melapor ke Satpam. Dan jawabannya tidak tahu.

“Cah Ayu gk percaya lg aku klo ama keamann di sana. Saya udh jd korban..ad oknum satpam yg mau ngambil barang orang ktinggalan..saya pernah ktinggalan hp di atas mesin atm. Udh lapor k satpam tsb. Dia bilng gk tau gk lihat gk ad yg lapor nemu hp. Eh pas aq cek cctv dri bank ternyta satpam itu yg ambil satpam tempat aku bertanya. Sempt mau tak viralin tp ya sudah lah hp jg dah kembali dah ktmu meski bnyak kerugian saya gara2 itu. Krna bnyak aplikasi dan no penting yg hilang akibat di restars,” kisahnya dalam komentar.

“Febby Febrian aq dlu jg pernah malah yg ngambil hp ku salah satu dari satpam rsud itu. Hp tinggl di atas mesin atm… Bukti ny masih ad smpe skrng fto orng itu lg ambil hp ku di atas mesin atm.😂,” ungkap Winda Arie lagi, saat menimpali komentar Febby Febrian.

Kondisi ini tentu saja membuat keluarga pasien was was. Manajemen RSUD harus mengevaluasi sistem kemanan agar tidak terukang kejadian serupa lagi.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari manajemen RSUD Mukomuko. (Api)