MMA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) menggelar syukuran adat dalam rangka hari jadi ke-23 Kabupaten Mukomuko. Acara ini digelar pada hari Senin, 16 Februari 2026 di Balai Daerah.

Acara syukuran adat dalam rangka HUT ke-23 Kabupaten Mukomuko tahun ini sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Biasanya, syukuran adat HUT Mukomuko digelar pada tanggal 25 Februari usai pelaksanaan upacara bendera.

Pada tahun ini, tanggal 25 Februari bertepatan dengan ibadah puasa Ramadhan. Maka dari itu, Pemkab dan persetujuan adat, acara syukuran dimajukan pada tanggal 16 Februari.

Pemkab Gelar Syukuran Adat Hari Jadi ke-23 Kabupaten Mukomuko
Syukuran adat dalam rangka Hari Jadi ke-23 Kabupaten Mukomuko

“Biasanya, syukuran adat memang digelar 25 Februari. Untuk tahun ini kita majukan tanggal 16. Karena nanti tanggal 25 Februari sudah puasa. Selain syukuran adat, sekaligus kita gelar doa masuk puasa, sebagaimana kerap dilaksanakan oleh masyarakat Mukomuko,” jelas Kabag Kesra Setdakab Mukomuko, Amri Kuniadi, S.Ag.

Kendati waktunya dimajukan, syukuran adat pada tahun ini tetap diikuti antusias oleh berbagai lapisan masyarakat. Khususnya kalangan adat.

Tonton versi berita video Pemkab Gelar Syukuran Adat HUT ke-23 Kabupaten Mukomuko

Terpantau, hadir langsung Ketua Badan Musyawarah Adat (BMA) Mukomuko, H. Bismarifni beserta pengurus dan Kepala Kaum seandeko.

Tentu saja acara ini dihadiri Bupati Mukomuko, H. Choirul Huda, SH dan Wabup, Rahmadi AB. Turut hadir pejabat di lingkungan Pemkab Mukomuko, ketua organisasi kemasyarakatan dan organisasi wanita.

Acara syukuran adat berlangsung khusuk dan khidmat. Usai doa syukuran, dilanjutkan makan bersama secara adat pegang pakai Mukomuko.

Dalam sambutannya, Bupati Huda menyampaikan, bahwa acara syukuran adat ini dimajukan pada tanggal 16 Februari karena kondisional.

Ia berharap, hal ini tidak mengurangi makna syukur seluruh masyarakat Kabupaten Mukomuko atas bertambahnya usia kabupaten sebagai daerah otonom.

“Tahun 2026 ini Kabupaten Mukomuko akan genap berusia 23 tahun. Sebuah perjalanan panjang dengan banyak dinamika. Mukomuko terus menunjukan kemajuan yang patut kita syukuri,” ucap Bupati.

Bupati Huda juga menyampaikan permohonan maaf apabila perayaan HUT Kabupaten Mukomuko pada tahun ini terasa kurang meriah.

Bukan saja lantaran bersamaan dengan Ramadhan, namun faktor efisiensi anggaran yang dilakukan oleh pemerintah pusat juga memaksa pemerintah mengurangi kegiatan dan mengutamakan pembangunan yang dibutuhkan masyarakat.

Bagaimana pun, Bupati tetap mengajak seluruh lapisan masyarakat dapat memaknai peringatan HUT Mukomuko tahun ini sebagai momen mempererat kebersamaan.

“Semoga peringatan HUT Mukomuko pada bulan Ramadhan ini, kita bisa lebih khusuk memaknainya sebagai momen membangun kerja bersama untuk mewujudkan Mukomuko lebih maju,” demikian Bupati. (ADV)