MUKOMUKO-MANGIMBAU.COM, MUKOMUKO – Badan Gizi Nasional atau BGN telah mencabut suspend 2 Dapur MBG di Mukomuko setelah pihak pengelola menyelesaikan sejumlah perbaikan yang dipersyaratkan. Dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi tersebut kini mulai mempersiapkan operasional sebelum kembali menyalurkan makanan kepada penerima manfaat.
Informasi tersebut disampaikan Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Mukomuko, Sukri, ketika dikonfirmasi Mukomuko Mangimbau pada Selasa, 21 Juli 2026.
Menurut Sukri, pencabutan penghentian sementara itu membuka jalan bagi dua dapur untuk kembali menjalankan pelayanan Program Makan Bergizi Gratis atau MBG. Meski status suspend telah dicabut, pengelola masih membutuhkan waktu untuk menyiapkan bahan, tenaga, perlengkapan, serta proses distribusi.
Operasional diperkirakan dapat kembali berjalan dalam dua hingga tiga hari. Dengan demikian, penyaluran menu MBG kepada penerima manfaat yang sebelumnya terhenti sementara diharapkan segera kembali normal.
Suspend 2 Dapur MBG di Mukomuko Resmi Dicabut BGN
Sukri menyampaikan bahwa keputusan mengenai suspend 2 Dapur MBG di Mukomuko telah dicabut oleh BGN. Keputusan tersebut diambil setelah yayasan dan pihak pengelola menyelesaikan perbaikan yang menjadi bagian dari evaluasi operasional.
Ia memastikan Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Mukomuko tetap berlanjut. Dua dapur yang sebelumnya belum dapat beroperasi kini diperbolehkan kembali melakukan persiapan pelayanan.
“Mereka sudah melakukan persiapan. Kemungkinan dalam dua atau tiga hari ke depan sudah mulai menyuplai MBG kembali,” kata Sukri.
Persiapan dibutuhkan karena pelayanan MBG melibatkan rangkaian kegiatan yang cukup panjang. Pengelola harus memastikan ketersediaan bahan makanan, kesiapan pekerja, kebersihan ruang produksi, pengolahan menu, pengemasan, hingga pengiriman ke titik penerima manfaat.
Pencabutan suspend juga tidak berarti dapur dapat langsung menyalurkan makanan pada hari yang sama. Seluruh proses perlu dipastikan berjalan sesuai ketentuan agar kualitas, keamanan, dan ketepatan distribusi tetap terjaga.
Delapan Dapur Tetap Beroperasi Setelah Libur Sekolah
Sejak kegiatan pelayanan kembali berjalan pada 13 Juli 2026 setelah masa libur sekolah, sebanyak delapan dari sepuluh Dapur MBG di Kabupaten Mukomuko telah beroperasi seperti biasa.
Delapan dapur tersebut tetap memproduksi dan menyalurkan menu MBG kepada penerima manfaat di wilayah pelayanannya. Sementara itu, dua dapur lainnya belum beroperasi selama sekitar satu pekan karena masih menjalani masa penghentian sementara.
Dengan dicabutnya suspend 2 Dapur MBG di Mukomuko, jumlah dapur yang dapat kembali melayani masyarakat akan menjadi sepuluh unit setelah seluruh persiapan selesai.
Kembalinya dua dapur tersebut dinilai penting untuk memulihkan jangkauan pelayanan yang sempat berkurang. Selama penghentian sementara berlangsung, penerima manfaat yang berada dalam cakupan kedua dapur belum mendapatkan penyaluran menu MBG seperti biasanya.

Sekitar 6.000 Penerima Manfaat Terdampak Sementara
Satu Dapur MBG Aglomerasi pada umumnya memiliki kapasitas pelayanan hingga sekitar 3.000 penerima manfaat. Dengan asumsi tersebut, berhentinya dua dapur dapat memengaruhi pelayanan terhadap sekitar 6.000 orang.
Angka tersebut merupakan estimasi berdasarkan kapasitas umum dua dapur, bukan jumlah penerima pasti pada setiap hari operasional. Jumlah aktual dapat menyesuaikan cakupan wilayah, daftar penerima, kesiapan distribusi, dan kondisi pelayanan masing-masing SPPG.
Penerima manfaat Program MBG tidak hanya berasal dari kalangan pelajar. Program ini juga menyasar kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita sesuai cakupan serta penetapan pelayanan.
BGN menjelaskan bahwa SPPG berfungsi sebagai pusat produksi dan distribusi makanan bergizi bagi berbagai kelompok penerima manfaat. BGN juga menetapkan batas kapasitas pelayanan agar kualitas pengolahan dan distribusi makanan tetap terjaga.
Pencabutan suspend 2 Dapur MBG di Mukomuko diharapkan dapat mengembalikan pelayanan bagi masyarakat yang sempat mengalami penghentian penyaluran.
Mukomuko Baru Memiliki 10 Dapur MBG Aktif
Hingga saat ini, Kabupaten Mukomuko tercatat memiliki sepuluh SPPG atau Dapur MBG yang telah resmi beroperasi. Seluruhnya merupakan kategori Dapur MBG Aglomerasi.
Sebelum dua dapur dihentikan sementara, sepuluh unit tersebut disebut telah mampu menjangkau sekitar 25.000 penerima manfaat. Mereka terdiri atas pelajar, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita yang tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten Mukomuko.
Jumlah dapur yang tersedia saat ini masih belum mencukupi untuk menjangkau seluruh calon penerima manfaat. Kondisi geografis Kabupaten Mukomuko yang luas juga menuntut adanya dapur yang dapat menjangkau wilayah permukiman dan daerah terpencil.
Karena itu, pembangunan dan penambahan SPPG menjadi salah satu kebutuhan penting agar distribusi makanan dapat dilakukan dengan jarak, waktu, dan cakupan pelayanan yang lebih efektif.
Mukomuko Diperkirakan Membutuhkan 41 Dapur MBG
Berdasarkan perencanaan yang disampaikan Korwil SPPG Kabupaten Mukomuko, daerah ini setidaknya membutuhkan 41 Dapur MBG untuk melayani seluruh sasaran program.
Kebutuhan tersebut terdiri atas 30 Dapur MBG Aglomerasi dan 11 Dapur MBG Terpencil. Pembagian tersebut diperlukan karena tidak seluruh penerima manfaat berada di kawasan dengan akses transportasi dan jarak distribusi yang sama.
Apabila seluruh rencana dapat diwujudkan, 41 SPPG tersebut diproyeksikan melayani sekitar 66.732 penerima manfaat di Kabupaten Mukomuko.
Dibandingkan dengan sepuluh dapur yang telah beroperasi, masih dibutuhkan tambahan 31 dapur agar pelayanan dapat mendekati kebutuhan yang direncanakan.
Penambahan dapur tidak hanya berkaitan dengan jumlah bangunan. Setiap SPPG membutuhkan tenaga kerja, mitra pemasok, sarana penyimpanan, peralatan pengolahan makanan, kendaraan distribusi, standar kebersihan, dan pengawasan yang memadai.
Perbaikan Dapur Harus Diikuti Pengawasan Berkelanjutan
Pencabutan penghentian sementara merupakan perkembangan positif, tetapi perbaikan yang telah dilakukan perlu dipertahankan secara konsisten. Pengelola harus memastikan seluruh standar operasional berjalan setiap hari, bukan hanya pada saat evaluasi.
Pengawasan menjadi penting karena makanan yang diproduksi akan dikonsumsi oleh ribuan penerima manfaat. Kesalahan dalam penyimpanan bahan, pengolahan, kebersihan, pengemasan, atau distribusi dapat menimbulkan risiko terhadap kualitas pelayanan.
Karena itu, berakhirnya suspend 2 Dapur MBG di Mukomuko perlu diikuti dengan pemantauan dan evaluasi berkala dari pihak pengelola, Korwil SPPG, yayasan, dan instansi terkait.
Masyarakat dan penerima manfaat juga perlu memperoleh saluran pengaduan yang jelas apabila menemukan persoalan terkait ketepatan distribusi, kondisi makanan, kebersihan, maupun perubahan jadwal pelayanan.
Pelayanan Diharapkan Segera Kembali Normal
Kembalinya dua dapur akan membantu memulihkan cakupan penyaluran MBG di Kabupaten Mukomuko. Namun, proses normalisasi tetap bergantung pada kesiapan teknis masing-masing pengelola.
Sukri memperkirakan kedua dapur dapat mulai menyalurkan makanan kembali dalam dua hingga tiga hari. Perkiraan tersebut dapat berubah apabila terdapat kebutuhan penyesuaian tambahan sebelum produksi dimulai.
Prioritas utama bukan sekadar mempercepat pembukaan, melainkan memastikan setiap dapur benar-benar siap menghasilkan makanan yang aman, bergizi, dan dapat dikirimkan sesuai jadwal.
Kesimpulan
BGN telah mencabut suspend 2 Dapur MBG di Mukomuko setelah pihak yayasan dan pengelola melakukan perbaikan. Kedua dapur kini memasuki tahap persiapan dan diperkirakan kembali menyalurkan menu MBG dalam dua hingga tiga hari.
Selama penghentian sementara, sekitar 6.000 penerima manfaat diperkirakan terdampak berdasarkan kapasitas umum dua dapur. Dengan kembalinya dua SPPG tersebut, seluruh sepuluh Dapur MBG yang telah tersedia di Kabupaten Mukomuko diharapkan dapat kembali beroperasi.
Meski demikian, Mukomuko masih membutuhkan pengembangan pelayanan. Dari kebutuhan sekitar 41 Dapur MBG untuk melayani 66.732 penerima manfaat, baru sepuluh dapur yang telah resmi beroperasi.
Perluasan jaringan dapur, pengawasan kualitas, dan konsistensi penerapan standar menjadi faktor penting agar Program Makan Bergizi Gratis dapat menjangkau masyarakat secara aman, merata, dan berkelanjutan.
Sumber informasi lokal: Keterangan Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Mukomuko, Sukri, Selasa, 21 Juli 2026.
Referensi tambahan:
- Situs Resmi Badan Gizi Nasional
- Informasi Kapasitas Pelayanan SPPG dari BGN
- Informasi Pengembangan SPPG dan Penerima Manfaat MBG
Baca Juga:


Tinggalkan Balasan