MMA – Satu Guru Satu Laptop atau lebih dikenal dengan Sagusala bukan program baru bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mukomuko.

Program Sagusala digagas oleh Choirul Huda. Bantuan laptop kepada guru akan memudahkan proses mengajar di era digital sekarang ini.

Choirul Huda menyadari bahwa dunia pendidikan tidak boleh jauh dari kemajuan teknologi. Guru-guru di Mukomuko mesti dibekali agar mampu beradaptasi, dan mampu mewujudkan pendidikan berbasis digital.

Oleh sebab itu, setiap kali dipercaya menjadi kepala daerah atau bupati Mukomuko, Choirul Huda selalu mengusung program Sagusala.

Pada kepemimpinan pertamanya periode 2016-2021 bersama Wabup Haidir, Program Sagusala sudah dijalankan.

Dan periode keduanya bersama Rahmadi AB (2025-2030) Sagusala kembali diangkat menjadi program unggulan bidang pendidikan.

“Sekarang, guru itu tidak langsung masuk kelas terus ngajar. Harus bikin RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran). Persiapan guru cukup banyak, kan butuh laptop,” terang Bupati Mukomuko, Choirul Huda.

“Kemudian sekarang dari pemerintah pusat sudah ada smartboard (papan tulis pintar). Terkoneksi dengan laptop guru. Semua mulai digital. Dan, guru-guru kita tidak boleh ketinggalan. Harus mampu beradaptasi,” tegas Huda menyatakan pentingnya program Sagusala ini.

Pada hari Jumat, 6 Februari 2026 Pemkab Mukomuko melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) sudah membagikan ratusan laptop kepada ratusan guru mulai dari tingkat TK, SD, dan SMP.

Ratusan guru hadir di acara Program Sagusala Choirul Huda, menerima bantuan laptop.
Salam Kompak: Kerja Bersama Menuju Mukomuko Maju 

Bupati menekankan, agar bantuan laptop itu dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk meningkatkan mutu pendidikan di daerah ini.

“Semoga bantuan laptop ini bisa menunjang kinerja guru-guru kita. Manfaatkan sebaik-baiknya, sebesar-besarnya. Belum semua guru kebagian. Tapi insya Allah, secara bertahap program ini akan terus dilanjutkan,” demikian Bupati Huda.

Sementara itu, Kadis Dikbud Mukomuko, Arni Gusnita, S.Pd., MM. Menerangkan laptop yang dibagikan ini merupakan pengadaan tahun 2025 lalu.

Sumber dana pengadaan laptop untuk program Sagusala ini, sebagain besar dari Dana Alokasi Umum (DAU) Pemkab Mukomuko, ada juga dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

Diuraikannya, guru Sekolah Dasar menerima 159 unit, guru SMP menerima 57 unit, dan guru TK/PAUD menerima 35 unit laptop. Selain guru, Pemkab Mukomuko juga meminjampakaikan sebanyak 20 unit laptop kepada Pondok Pesantren, MUI, dan FKPP Mukomuko.

“Ada 29 unit laptop untuk TK, itu pengadanya bersumber dari DAK,” terang Kadis Dikbud.

Kata Arni, untuk sementara ini, bantuan laptop dari Pemkab Mukomuko belum mampu mengakomodir seluruh guru yang jumlahnya ribuan.

Namun sebagaimana arahan bupati, lanjut Arni, sebisa mungkin Pemkab Mukomuko akan terus memenuhi kebutuhan laptop guru-guru di daerah ini.

Menurut Arni, laptop sudah menjadi kebutuhan pokok guru. Semua guru seharusnya bisa memiliki dan mengoperasikan laptop.

Tapi, kalau laptop ini dibebankan kepada pribadi guru, akan cukup memberatkan. Apalagi bagi guru yang berstatus PPPK paruh waktu.

“Disinilah pemerintah hadir. Melalui program Sagusala, Pemkab Mukomuko hadir menunjang kinerja guru-guru. Bukan untuk kepentingan guru secara pribadi, tapi untuk mutu pendidikan di daerah kita. Kami (Disdikbud) bersemangat menjalankan program ini,” pungkas Arni.