MMA – Tinggal menghitung hari, seluruh umat muslim akan melaksanakan ibadah puasa Ramadan, termasuk umat Muslim yang berada di Kabupaten Mukomuko. Menyambut bulan suci ini, masyarakat Mukomuko memiliki tradisi khas yang terus dilestarikan secara turun-temurun, yakni mandi balimau.
Mandi balimau biasanya dilakukan sehari sebelum puasa Ramadan dimulai. Tradisi ini dilakukan di aliran sungai maupun objek wisata alam dengan menggunakan air campuran jeruk nipis (limau) dan wewangian (bunga rampai) menjelang Ramadan sebagai bahan utama.
Menurut kepercayaan masyarakat setempat, mandi balimau bermakna sebagai simbol pensucian diri, baik secara lahir maupun batin, sebelum menjalankan ibadah puasa.
Lebih dari sekadar tradisi, mandi balimau juga menjadi momentum kebersamaan keluarga dan masyarakat. Sungai-sungai yang jernih dan suasana alam yang asri menjadi daya tarik tersendiri, sekaligus mempererat hubungan sosial antarwarga.
Di Kabupaten Mukomuko, terdapat sejumlah lokasi yang cocok dijadikan tempat mandi balimau. Versi Mukomuko-Mangimbau.com, beberapa di antaranya yakni:
Salah satunya Air Selagan yang berada di Kecamatan Selagan Raya, tepatnya di Desa Lubuk Bangko. Selain air sungainya yang jernih, lokasi ini menyuguhkan panorama persawahan dan perbukitan yang indah, sehingga memberikan kenyamanan bagi pengunjung.
Kemudian Bendungan Air Manjuto di Desa Lalang Luas, Kecamatan V Koto. Lokasi ini kerap menjadi pilihan masyarakat karena aksesnya yang mudah serta aliran air yang cukup tenang.
Tak kalah populer, Jembatan Sungai Selagan di Kecamatan Kota Mukomuko juga menjadi salah satu titik favorit masyarakat untuk melaksanakan mandi balimau.
Selain lokasi tersebut, masih banyak objek wisata alam lain di Mukomuko yang dapat dimanfaatkan sebagai tempat mandi balimau. Dengan banyaknya pilihan ini, masyarakat tidak perlu jauh-jauh pergi ke Sako Tapan di Nagari (Desa) Sungai Gambir Sako Tapan, Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan.
Perlu diketahui juga, nilai utama dari tradisi ini bukan hanya pada kegiatan mandi, tetapi juga pada niat membersihkan diri dan mempersiapkan hati menyambut bulan suci Ramadan dengan penuh keikhlasan.
Tradisi mandi balimau menjadi bukti bahwa kearifan lokal Mukomuko masih hidup dan relevan, selaras dengan nilai-nilai keagamaan dan sosial yang patut dijaga bersama.


Tinggalkan Balasan