Mukomuko-, Pasar murah yang digelar oleh Disperindagkop dan UKM Mukomuko mendapatkan kritikan oleh Ketua Front Pembela Rakyat atau FPR Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu, Saprin Efendi.

Dimana, menurut Saprin Efendi bahwasanya pasar murah tersebut dinilai hanya seremonial hal ini dikarenakan tidak adanya kekuatan serta pengaruh yang nyata.

“Mengapa saya katakan seremonial, sebab kegiatan ini tidak memiliki kekuatan atau pengaruh yang nyata. Artinya, yang kita sayangkan tidak merata dan tempat yang pas,” kata Ketua Front Pembela Rakyat Kabupaten Mukomuko.

Baca juga : 13 laporan diterima Mapolda Bengkulu, 4 dari Mukomuko

Kemudian juga, pasar murah tersebut menurut Saprin terkesan gagal, seharusnya manfaat pasar murah tersebut untuk menstabilkan harga bahan pokok dasar di tengah-tengah masyarakat.

“Yang kita sayangkan, ada di beberapa Kecamatan tidak tersentuh pasar murah ini misal, saya mendapat informasi hanya digelar di 5 tempat bahkan ada yang 1 Kecamatan 2 titik,” jelasnya.

Baca juga : Dinkes Mukomuko Lakukan Pengawasan dan Pengecekan Air Minum Isi Ulang

Dilanjutkan Saprin, pihaknya berharap
kegiatan serupa dapat digelar di seluruh wilayah Kabupaten terutama di daerah yang jauh dari jangkauan pasar.

“Kami mengapresiasi upaya pemerintah daerah dalam menekan laju inflasi. Namun, kedepan ada maksimalisasi dalam pelaksanaannya. Jadi jangan sampai tujuannya baik, yang terjadi justru menimbulkan kecemburuan sosial di tengah masyarakat. Kan bisa terjadi konflik sosial. ” pungkasnya.

Sebelumnya, Disperindagkop dan UKM Kabupaten Mukomuko bekerjasama dengan Perwakilan Bank Indonesia membuka pasar murah di 5 tempat. Sebagai mana untuk menstabilkan harga sembako di wilayah tersebut.

Red